PANGKALPINANG – Penandatanganan Kontrak TPL – IKM angkatan 2015 dan Perpanjangan Kontrak TPL – IKM angkatan 2014  digelar di Santika Hotel, Pangkalpinang  tanggal 03 Mei 2019, kegiatan ini dimaksudkan sebagai pengesahan atas pendelegasian tugas yang diberikan kepada TPL-IKM dari lembaga pembina seperti Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Pemeritah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung serta Kabupaten/Kota yang menaungi TPL-IKM diwilayah masing-masing dalam melaksanakan tugas yang dibebankan pada mereka.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang diwakili oleh Sekretaris Dinas, Bpk. Deki Susanto, ST. mengatakan bahwa Tenaga Penyuluh Lapangan Industri  Kecil  dan Menengah (TPL-IKM) berperan sebagai fasilitator, komunikator, motivator, dinamisator, dan inovator bagi pelaku IKM dalam mengembangkan usaha yang dimilikinya. Disisi lain, Tenaga Penyuluh Lapangan Industri  Kecil  dan Menengah (TPL-IKM) juga diciptakan untuk dapat menjadi konsultan industri kecil menengah (IKM) sehingga diharapkan mampu menjadi solusi dalam pengembangan IKM di-Bangka Belitung dengan inovasi dan kreativitas yang baik sehingga lebih memiliki daya saing dilevel yang lebih tinggi.

Dengan demikian muaranya nanti diharapkan para TPL-IKM mampu menjadi wirausaha - wirausaha muda yang tangguh dan berpengetahuan tinggi untuk kemudian dapat menjadi pilar-pilar usahawan muda yang mandiri serta dapat menggerakkan perekonomian daerah dengan sumbangsihnya sebagai pelaku usaha IKM yang kompetitif, lanjut Deki Susanto.

Kegiatan Penandatanganan Kontrak TPL – IKM angkatan 2015 dan Perpanjangan Kontrak TPL – IKM angkatan 2014  juga turut mengundang perwakilan dari Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian Republik Indonesia sebagai lembaga yang menaungi TPL-IKM secara nasional yang dalam hal ini diwakili oleh Bpk. Drs. Bambang Irianto, Dipl. Des, MM. selaku Kepala Bagian Umum dan Kepegawaian Dirjen IKMA Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. Dalam paparannya beliau mengingatkan bahwa TPL-IKM yang sudah dibiayai pemerintah hendaknya memiliki logika berfikir yang out of the box, sehingga mampu memberikan breakthrough dalam menghadapi permasalahan IKM saat ini. Terlebih pemerintah pusat telah memprogramkan kegiatan-kegiatan pemberdayaan IKM yang lebih massif bagi pelaku IKM menuju “Making Indonesia 4.0”, misalnya melalui  e-smart IKM, hal ini hendaknya lebih dioptimalkan oleh pelaku IKM didaerah dan optimalisasi peran TPL–IKM sebagai motor penggeraknya.

TPL-IKM yang mengikuti penandatanganan kontrak berjumlah 7 (tujuh) orang, yaitu Jumilah dan Zulfandi yang berasal dari Kab. Bangka, Desi Yuniarsih, Rima Mawarni dan Ingga Lestari dari Kab. Bangka Tengah, sedangkan untuk Kab. Bangka Barat ada Rayi dan untuk Kab. Belitung oleh Evo Rosika.

Mereka akan diberi tugas untuk mengawal pengembangan IKM didaerah mereka masing-masing dengan membina 15 pelaku IKM untuk masa 1(satu) tahun kedepan dan disetiap semester, kinerja mereka akan dievaluasi oleh Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.