Muntok, Bangka Barat-Dalam upaya memperkuat binaan IKM tenun cual. Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melalui Dekranasda Provinsi Babel, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Babel dan Bank Indonesia (BI) serta Disperidag Babar bersinergi melakukan penguatan pelaku kelompok usaha IKM tenun cual.
Penguatan IKM tenun cual yang di inisiasi oleh empat intansi itu di bungkus dalam kegiatan Koordinasi dan Monev Progress Kelompok Tenun Cual, dan BI Monitoring On The Spot dalam rangka revitalisasi alat dan pelatihan alat tenun bukan mesin pada Rabu pagi (10/2) di Kelompok Usaha Bersama Bunda Cempaka, Kelurahan Sungai Baru, Montok. Bangka Barat (Babar).
Dalam pertemuan tersebut, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Babel sekaligus Ketua Harian Dekranasda Prov Sunardi menjelaskan kegiatan yang dilakukan ini merupakan proses pembinaan terhadap pelaku IKM dan UMKM di Babel, salah satunya IKM tenun cual di Kabupaten Bangka Barat.
Pembinaan dan pelatihan IKM sudah menjadi program pemerintah. Oleh karena itu pemerintah menginginkan semua IKM produktif dalam melakukan kegiatanya dan pro aktif dalam meningkatkan produknya.
"Pemerintah menginginkan semua IKM Harus produktif. Harus produktif tumbuh berkembang agar sinergi atara pemerintah dan pelaku IKM. Keinginan Gubernur harus ada pendampingan-pendampingan para IKM, dan bukan dari pemerintah saja melainkan dari lembaga lainya, misalnya bank Indonesia," tuturnya.
Mengenai kemasan suatu produk, Dinasnya melalui UPTD Rumah Promosi dan Kemasan Babel ada kegiatan cetak, tujuanya untuk menjadi daya tarik para pembeli, selain itu ada ada proses pendampingan permodalan melalui program KUR
"Oleh karenanya jika ada hal hal yang ingin di sampaikan mari kita bisa berdiskusi.Proses pendampingan mulai permodalan melalui KUR, kegiatan magang dan kemasan," ujarnya.
Kabid Perindustrian Dinas Kop,UKMPerindag Babar Agus, Setiadi meminta kegiatan ini dapat berkelanjutan dan apa yang telah diberikan dapat bermanfaat sehingga IKM tenun cual menjadi lebih baik lagi produlsinya.
Sementara itu, Wili Saepudin Konsultan UMKM Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Babel menuturkan pertemuan ini dari hasil FGD, dimana hasilnya akan mengagendakan pelatiahan industri atau pendampingan dengan mengundang pelatih/narasumber terkait revitalisasi alat tenun cual dan bahan tenun dan pewarnaaan yang di rencanakan pada bulan Maret.
Oleh karena itu dalam pertemuan ini berharap anggota kelompok usaha bersama lebih di detailkan apa apa saja yang bisa ditindaklajuti oleh pihaknya.
Dirinya menegaskan, bahwa pihak BI sangat menssuport segala kebutuhan dan keinginan para anggota kelompok usaha bersama ini, demi kemajuan tenun cual dan untuk pengembangannya BI telah menyiapkan program 2021, diantaranya melakukan pendampingan dan pelatihan, pameran. sebelum itu dilakukan akan ada kegiatan revitalisasi alat, baru program pelatihan bisa di jalankan.
"kami ingin mensupport dan nyaman sehingga ibu-ibu lebih fokus. Kalau mau kipas angin dan AC silahkan," uajrnya.
Di tempat yang sama Subekti Saputra Kepala Bidang Pengembangan Sumberdaya, Fasilitasi dan Akses Indutri Disperindag Babel sekaligus koordinator Daya Saing Dekranasda Prop menambahkan pertemuan antara Dinasnya bersama Dekranasda Babel, Disperidag Babar beserta Bank Indonesia, dengan Kelompok Usaha Bersama Bunda Cempaka Tenun Cual untuk membahas program rencana kedepan tenun cual yang berada di Babar.
"acaranya itu koordinasi dan monev progress kelompok tenun cual yang dibina bersama Disperindag, Dekranasda dan BI, yaitu untuk perkuat IKM kelompok tersebut," katannya.
Menurutnya kegiatan itu dilakukan sebagai tindaklanjut hasil fokus grup discussion virtual monitoring dan evaluasi klaster tenun cual di kabupaten Bangka Barat pada bulan Januari yang lalu.
Di dalam pertemuan tersebut, lajut Dia, terdapat beberapa kendala yang di hadapi oleh IKM tenun cual diantaranya alat tenun bukan mesin rusak, perlu adanya pemahaman produksi mesin manual, terbatasnya bahan baku dan SDM. Maka langkah yang disinergikan itu mengurangi beberapa kendala tersebut.
Kegiatan dilanjutkan berdiskusi, untuk menyampaikan keluhan dan permasalahan yang terjadi dalam pengelolaan produksi tenun cual dan selajutnya melakukan Peninjauan alat tenun bukan mesin. ( mislam)