Pangkalpinang-Demi meningkatkan keamanan pangan Industri Kecil Menengah (IKM). Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kepuluan Bangka Belitung (Babel) melakukan kegiatan penyuluhan keamanan pangan bagi para pelaku IKM Sungailiat Kabupaten Bangka.

Kegiatan pelaksanaan penyuluhan pangan itu di buka langsung oleh Sekretaris Dinas (Sekdis) Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bangka Belitung Deki Susanto, mewakili Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bangka Belitung, Rabu (7/9) di Ruang Meeting Rumah Makan Pangeran Sungaliat Bangka, dimana acara tersebut di hadiri Kadis Perindag Kabupaten Bangka beserta jajaranya, pejabat Pemprov Babel dan para pelaku IKM.

Sekdis Disperindag Babel dalam sambutannya menjelaskan sudah diketahui secara umum bahwa makanan merupakan salah satu kebutuhan dasar bagi manusia yang secara langsung memegang peranan dalam peningkatan kesehatan dan kesejahteraan manusia. Oleh sebab itu, agar hidup sehat dibutuhkan makanan yang aman,bergizi dan memenuhi syarat mutu  kesehatan. hal ini tercantum dalam Peraturan Pemerintah No. 28 tahun 2004 tentang Keamanan, Mutu dan Gizi Pangan.

Menurutnya pemerintah telah menjamin itu semua dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 36 Tahun 2009 tentang kesehatan, dimana telah diatur hal-hal mengenai  pentingnya jaminan keamanan pangan, kemudian pemenuhan persyaratan dan standar pangan yang ditetapkan, termasuk perizinan sebelum diedarkan dan pencantuman label pangan dan yang terakhir diatur juga pelarangan dan penarikan produk pangan yang tidak memenuhi persyaratan serta pencabutan nomor izin.

Oleh karena itu, keberhasilan pembangunan nasional serta teknologi dapat memacu perkembangan industri di Indonesia dewasa ini. Termasuk industri  kecil rumah tangga yang memproduksi produk makanan  dan minuman yang ada di wilayah Provinsi Babel pada umumnya dan kota pangkalpinang pada khususnya yang keberadaanya  semakin menjamur.

”sejalan dengan hal tersebut, makanan olahan/makanan jajanan  atauproduk makanan jadi dalam kemasan siap pakai tampak semakin digemari masyarakat dan beredar dalam jumlah yang semakin meningkat dengan jaringan distribusi yang semakin luas,” pungkasnya.

Maka dari itu, lajut Dia. Dengan adanya kegiatan ini mudah-mudahan bisa menambah wawasan para pelaku IKM,  khususnya dalam penanganan, pengolahan bagi para produsen pangan industri  rumah tangga.  

”sekali lagi kami sampaikan bahwa harapan dari kegiatan ini adalah peserta meningkat pengetahuan dan ketrampilannya  tentang makanan dan minuman yang sehat dan aman, peserta mengerti dan menerapkan cara pembuatan makanan dan minuman yang baik sehingga produk yang dihasilkan memenuhi syarat kesehatan. Mengingat pentingnya penyuluhan keamanan pangan ini maka saya minta supaya diikuti dengan sebaik-baiknya serta penuh rasa tanggung jawab,” ucapnya.

Untuk menambah wawasan kegiatan ini, pihak panitia  mengundang dua narasumber yaitu Puspa Sari Paniti Ratri Balai POM Pangkalpinang dan Susila Wati Narasumber  dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka. (Wisniarti/ Fitri Astuti).