Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang. Berikan Pelatihan Untuk Warga Binaan.
Pangkalpinang – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang menyelenggarakan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Kemandirian untuk warga binaan dari tanggal 15 hingga 24 September 2025.
Dimana program ini ditujukan untuk warga binaan yang berada di Lapas Narkotika sebagai upaya pembinaan sekaligus pemberdayaan agar memiliki bekal keterampilan wirausaha ketika kembali ke masyarakat.
Kegiatan berlangsung selama tujuh hari dengan pola satu hari pembekalan materi kelas dan enam hari praktik lapangan. Pada kesempatan ini, warga binaan mendapatkan pengetahuan dan pengalaman langsung dalam pembuatan produk unggulan khas Bangka Belitung, yaitu terasi, calok, terasi bubuk, serta rusip.
Program ini terlaksana berkat kolaborasi Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menghadirkan narasumber Penyuluh Perindag Ahli Madya, Suparleni, S.T., M.T. yang membawakan materi tentang semangat dan motivasi berwirausaha, serta Zaldy, S.T., M.M. dan Yossie Pradipta, S.Ds. dari UPT Rumah Kemasan yang memberikan materi tentang strategi promosi dan kemasan produk.
Selain itu, instruktur pelatihan berasal dari pelaku usaha binaan Disperindag, yaitu Ibu Novi, pengusaha UMKM dengan brand Terasi Novi Toboali. Dengan pengalaman yang dimiliki, beliau membimbing langsung warga binaan dalam praktik pengolahan produk berbasis hasil laut khas Bangka Belitung.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang di wakili Kasi Kegiatan Kerja Ade Saputra menjelaskan, bahwa kegiatan yang dilakukan oleh Laspas Narkotik Kelas II A Pangkalpinang, dapat memberikan keterampilan teknis yang diajarkan oleh para tenaga ahli.
Selain itu, tetapi dapat membuka wawasan kewirausahaan bagi para warga binaan.
“Kami berharap pelatihan ini mampu menjadi bekal positif agar warga binaan dapat mandiri secara ekonomi ketika bebas nanti, sekaligus berkontribusi dalam mempromosikan produk lokal Bangka Belitung,” ujarnya.
Diseminasi produk hasil pelatihan ini, Ujar Dia. Nantinya juga menjadi bagian penting dari program, sehingga karya warga binaan dapat dikenal lebih luas oleh masyarakat.
Oleh sebab itu, Kolaborasi ini diharapkan mampu menjadi contoh sinergi antara lembaga pemasyarakatan, pemerintah daerah, dan pelaku usaha dalam mencetak generasi wirausaha baru yang berdaya saing.
Sementara itu, narasumber Penyuluh Perindag Ahli Madya Suparleni, yang membawakan materi tentang semangat dan motivasi berwirausaha, mengajak seluruh warga binaan untuk semangat dalam belajar berwirausaha, seperti dalam praktik pengolahan produk berbasis hasil laut khas Bangka Belitung.
"Belajar terasi, hasil laut dengan semangat dan wawasan hasil laut, bisa menjadi sukses. Seperti bu Novi, dengan produk terasinya, " Imbuhnya.