Pangkalpinang-Pegawai Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengikuti kegiatan Zoom Meeting Seminar Online Analisis Isu Terkini Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam rangka Memperingati Hari Statistik Nasional (HSN), yang di usung oleh Badan Pusat Statistik Babel.
Mengusung tema ”Memperkuat Potensi Perkebunan untuk Meningkatkan Daya Saing Provinsi Kepulauan Bangka Belitung” kegiatan seminar dilaksankan Selasa (14/9) di buka langsung oleh Gubenur Kepulauan Babel Erzaldi Rosman.
Dalam sambutanya Gubenur menyampaikan aspirasinya terhadap BPS Provinsi Babel karena telah berkontribusi terhadap pemerintah daerah Babel dalam memberikan data statistik.
“Saya menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada BPS Babel karena telah memberikan kontribusi untuk pembangunan melalui data satsisik yang dihasilkan, dan kerjasama yang selama ini telah terjalin antara BSP dengan pemerintah daerah saya harapkan terus dipertahankan bahkaan ditingkatkan,” katanya.
Sementara itu, Kepala BPS RI Dr. Margo Yowono dalam awal paparanya mengucapkan terimakasih terhadap Gubenur Babel atas dukungan selama ini kepada BPS.
“terima kasih atas dukunganya kepada BPS selama ini, untuk bagaimana kita dapat bekerjasama dalam komoditas yang lebih rinci terkait dengan data perkebunan di Babel, untuk meningkatkan daya sangi di Babel,”
Kegiatan seminar ini di moderatori oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Babel Juaidi, dengan mengudang empat narasumber. Diantaranya Kepala BPS Provinsi Babel Dwi Retno , Tema “potret kinerja perkebunan Babel”, kemudian Guru besar Fakutas Ekonomi dan Manajemen Muhamad Pirdaus, dengan tema “potensi ekspor perkebunan dan tantangan di pasar nasional dan global”.
Dilajutkan dengan paparan Sekretaris Direktorat Jendral Perkebunan, Kementerian Pertanian Dr. Antario, Tema “kebijakan nasional perkebunan dan dampak kinerja perkebunan di Babel” dan Kepala Badan Pengkajian Teknologi Pertanian Kepulauan Babel Dr. Suharyanto. tema “pengembangan teknologi untuk peningkatan daya saing perkebunan Babel”.