Pangkalpinang-Dalam upaya menangani permasalahan perdagangan luar negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bangka Belitung (Babel) menggelar Forum Group Discussion (FGD) Penyelesaian Permasalahan Perdagangan Luar Negeri di daerah Provinsi Kepulauan Babel.

Acara tersebut buka oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan  Provinsi Bangka Belitung Tarmin di Hotel Swissbell Pangkalpinang pada Senin, (6/9), dengan mengundang sekitar  60 peserta offline dan daring, terdiri dari pelaku usaha industri dan pertambangan se-Babel, Staf Khusus Gubernur Bidang Perdagangan dan Logistik, Dir Reskrim Indag Polda Bangka Belitung, Bea Cukai Pangkalpinang dan Tanjungpandan dan Kepala OPD di lingkungan pemerintah Provisi Kepulauan Babel serta pihak terkait lainnya.

Kepala Disperindag Provinsi Babel dalam sambutannya mengatakan Forum Group Discussion yang dilaksanakan ini difasilitasi oleh anggaran dana dekonsentrasi Kementerian Perdagangan tahun 2021, yang menjadi sarana bagi pemerintah pusat dan daerah untuk mensosialisasikan peraturan terbaru terkait industri dan perdagangan produk mineral logam dan non logam di Provinsi Kepulauan Babel.

Selain itu, kegiatan FGD ini juga sebagai sarana bagi pelaku usaha untuk dapat menyampaikan progres usahanya dan menyampaikan feedback serta permasalahan yang ditemui dalam menjalankan kegiatan usahanya, sehingga dapat didiskusikan dan ditemukan solusinya untuk keberlanjutan usaha di masa datang atau dapat dituangkan dalam perubahan regulasi di pusat dan daerah.

“Kinerja ekspor impor di daerah memiliki pencapaian yang berbeda-beda disertai permasalahan dan hambatan yang berbeda pula diakibatkan beragam permasalahan di daerah,” katanya.

Oleh sebab itu, dirinya mengharapkan agar dalam kegiatan FGD ini akan teridentifikasi permasalahan-permasalahan tersebut dan diperoleh informasi yang komprehensif terkait pelaksanaan kebijakan perdagangan luar negeri di daerah terutama kinerja ekspor impor yang produknya telah di atur.

“Selain yang hadir di ruangan ini, kegiatan ini juga diikuti juga oleh pelaku usaha dan dari kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Babel secara virtual. Semoga perkembangan nilai ekspor Babel makin meningkat dan dapat mensejahterakan masyarakat,” tuturnya.

Sebagai moderator dalam kegiatan FGD adalah Kepala Bidang Sarana Perdagangan dan Pengembangan Ekspor, Moch Nasirin Yusuf.

Selain itu, untuk menambah wawasan yang mendalam dinas juga mengundang tiga narasumber dalam FGD ini, yaitu narasumber pertama dari Kemendag RI secara daring dengan tema update regulasi ekspor produk industri dan pertambangan mineral logam dan non logam, narasumber kedua dari Bea Cukai Pangkalpinang update regulasi kepabeanan dan isu terkini ekspor produk industri dan pertambangan mineral logam dan non logam dan narasumber yang ketiga dari Dinas ESDM Provinsi Kep. Bangka Belitung update regulasi pertambangan dan produk tambang mineral logam dan non logam dan ada proses tanya jawab serta di akhir acara ada kegiatan ramah tamah dengan para pelaku usaha.