Pangkalpinang- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) bersama Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengelar kegiatan operasi pasar murah di Pangkalpinang, Babel.
Operasi pasar murah yang dipusatkan di Terminal Selindung Kota Pangkalpinang di sambut baik oleh masyarakat, dimana tujuanya adalah dalam upaya stabilisasi harga untuk menjaga terkendalinya inflasi pangan di Bangka Belitung khususnya di Pangkalpinang.
Dalam pasar murah ini, Disperindag Babel bersama BI melibatkan sejumlah distributor sembako yang ada di Kota Pangkalpinang mulai dari beras, minyak goreng, gula dan bumbu dapur. Selain itu, melibatkan Perum Bulog Cabang Bangka dengan menyiapkan beras berkualitas medium.
Kabid Pengendalian Perdagangan dan Perlindungan Konsumen Disperindag Babel Fajri Jagahitam berharap dengan adanya pasar murah ini masyarakat dapat membeli pilihan sembakonya sesuai kebutuhan. Terlebih menjelang bulan suci ramadan.
"Harapan kami kawan-kawan distributor menjualnya dibawah harga pasar, sehingga masyarakat terjangkau dalam memenuhi kebutuhan sehari harinya. Terima kasih kepada BI, kegiatan ini semata-mata dilakukan dalam rangka pengendalian inflasi di Provinsi Bangka Belitung khususnya di Kota Pangkalpinang," ucap Fajri.
Sementara itu Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdako Pangkalpinang Suryo Kusbandoro menyampaikan bahwa tentunya pasar murah ini sebagai suatu cara dalam rangka pengendalian inflasi daerah.
Seperti diketahui bersama, kata Suryo, di tahun 2022 lalu, inflasi Kota Pangkalpinang (yoy) sebesar 6,07 persen. Angka tersebut menurutnya cukup tinggi melebihi rata-rata nasional.
Namun di Januari 2023, dikatakannya, Kota Pangkalpinang mengalami deflasi sebesar 0,1 persen. Dengan angka tersebut, Ibukota Provinsi Bangka Belitung ini termasuk kota 10 besar inflasi paling rendah di Indonesia
"Sementara untuk Februari, deflasi juga 0,31 persen dengan (YoY) 4,92 persen. Jadi kita masih masuk juga 10 besar terendah untuk tingkat nasional. Mudah-mudahan di bulan Maret dengan dilaksanakan operasi pasar murah ini, semoga inflasi kita terkendali bahkan bisa deflasi lagi, sehingga untuk Pangkalpinang tingkat inflasinya bisa kita kendalikan. Apa artinya jika penghasilan kita tinggi kalau inflasinya tinggi. Yang bagus itu inflasinya cukup, penghasilan kita tinggi, sehingga kita bisa memanfaatkan dana kita untuk kebutuhan lain," kata Suryo.
Di tempat yang sama, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Agus Taufik, menuturkan Kota Pangkalpinang dan Tanjungpandan sebagai lokasi kegiatan pasar murah, katanya, mempertimbangkan kedua kota ini sebagai kota perhitungan inflasi, termasuk terjadi tren inflasi yang cukup tinggi belakangan ini di Belitung.
Dikatakan Agus, kegiatan pasar murah ini merupakan salah satu wujud komitmen pemerintah dalam menjaga ketersediaan pasokan kebutuhan komoditas di Bangka Belitung dan menjadi upaya stabilisasi harga untuk menjaga terkendalinya inflasi pangan di Bangka Belitung khususnya di Pangkalpinang.
"Kegiatan operasi pasar ini terselenggara berkat kerja sama Pemerintah Provinsi Kepulauan Babel, Bank Indonesia, Tim Pengendalian Inflasi Daerah Prov Babel dengan dukungan distributor-distributor pangan di wilayah Bangka Belitung," ujar Agus.
Agus mengatakan, sebagai wujud komitmen menjaga terkendalinya inflasi nasional, Bank Indonesia bersama dengan Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP & TPID) terus mendorong semangat pengendalian inflasi melalui kegiatan Sinergi Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) yang telah diselenggarakan di berbagai daerah selama 2022.
https://babelpos.disway.id/amp/645607/tekan-inflasi-bank-indonesia-dan-t...