Tingkatkan Technical Know-how Perajin Cual di Bangka Barat, DISPERINDAG, BI & DEKRANASDA Kerja Keroyokan

Guna meningkatkan potensi kerajinan yang mengedepankan kearifan lokal dengan nilai budaya yang sangat tinggi, Satker Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (309028), Bank Indonesia Perwakilan Bangka Belitung dan Dekranasda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menghelat kegiatan Bimbingan Teknis Pengembangan Kain Cual di Kabupaten Bangka Barat yang digelar selama 5 (lima) hari sejak 22 Maret 2021 hingga berakhir 26 Maret 2021 nanti di Gedung M3, Mentok Bangka Barat dengan menghadirkan instruktur dari KC. Haris Jaya Tenun Palembang yang dikomandani oleh Ahmad Habibi.

Kegiatan yang menghadirkan 20 (dua puluh) peserta dengan 5 (lima) diantaranya dari Kab. Belitung dan Belitung Timur sedang sisanya 15 (lima belas) peserta dari Kabupaten Bangka Barat bertujuan agar para perajin mampu meningkatkan pengetahuan teknis / technical know-how baik dibelakang proses penenunan maupun saat penenunan berlangsung dengan menggunakan ATBM, mulai dari proses menghani, pemasangan benang lungsi pada bum, pemintalan, pencucukan mata gun dan sisir, pelimaran, penyetelan, penenunan hingga melepas kain tenun.

Kegiatan sendiri dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang diwakili oleh Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya, Fasilitasi dan Akses Industri, Bpk. Subekti Saputra, S.TP. yang juga merupakan koordinator bidang daya saing Dekranasda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Dalam sambutannya Subekti mengatakan akan pentingnya mengedepankan kreatifitas dan keunikan produk serta semangat juang yang tinggi dalam menggeluti industri kriya. Modal besar untuk berkembang dalam meningkatkan industri kerajinan adalah kreatifitas dan keunikan produk sedangkan semangat juang dan motivasi tinggi adalah mutlak diperlukan bagi siapapun yang ingin berwirausaha terlebih diera pandemi yang tidak menyenangkan saat ini, dimana seluruh sektor ekonomi ikut limbung seiring berkurangnya daya beli yang memaksa banyak industri gulung tikar alias mati.

Pun demikian, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung selaku pembina pelaku IKM berkomitmen untuk semaksimal mungkin meningkatkan daya saing pelaku IKM khususnya kerajinan tenun cual baik dari sisi produksi hingga ke pemasaran, tambah Subekti pada pembukaan acara yang turut dihadiri pula oleh Bpk. Taufik dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bangka Belitung dan Bpk Agus Setyadi, ST., Kepala Bidang Perindustrian Diskop, UMKM dan Perindustrian Kab. Bangka Barat.

Prospek industri tenun di Bangka Barat sangat menjanjikan, dilihat dari motivasi peserta yang begitu antusias, hal ini perlu untuk dibarengi dengan pemberian motivasi dari Pembina IKM Tenun dan pihak ketiga seperti Dinas terkait dan Swasta atau BUMN agar proses industri tenun di Bangka Barat ini bisa  berkelanjutan dan setelahnya Industri tenun Bangka Barat khususnya dan Bangka Belitung pada umumnya  akan menemukan karakteristik dari identitas produk lokal tenun khas Bangka Belitung agar bisa kompetitif dilevel nasional, sambung Ahmad Habibi selaku instruktur.

Peserta sangat antusias mengikuti kegiatan Bimtek ini, karena tidak hanya ilmu tentang cara penenunan, namun peserta juga dibekali dengan ilmu  bagaimana cara menghitung harga pokok produksi (HPP) dan cara pemasaran produk tenun oleh instruktur, disamping itu juga, pihak Bank Indonesia turut  menyemangati peserta dengan bersedia untuk memfasilitasi pemasaran produk tenun cual dari para perajin peserta Bimtek.

Sumber: 
Dinas Perindag
Penulis: 
Selani
Fotografer: 
Selani | Verry Santos
Editor: 
Dian Novita | Subekti Saputra
Bidang Informasi: 
Perindag