Ramadhan Bulan Peningkatan Pelayanan

Ramadhan adalah sebuah bulan yang sangat istimewa bagi umat muslim diseluruh dunia, walau saat ini pandemi sangat mengiris hati, namun kehadiran ramadhan tetaplah sebuah harapan yang akan menaikan value mereka yang melaksanakannya ketingkat  derajat  taqwa seperti apa yang difirmankan dalam surat Al-baqarah dimana diwajibkan atas orang-orang yang beriman untuk berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelumnya agar kamu bertakwa. Derajat taqwa sejatinya merupakan derajat yang tinggi bagi pribadi yang beriman, itu sebabnya Tuhan hanya memanggil orang yang beriman untuk melaksanan puasa dibulan Ramadhan ini dan tidak memanggil orang-orang yang tidak beriman untuk melaksanakan ibadah istimewa ini.

Seseorang yang berpuasa dibulan Ramadhan harus bisa mengendalikan dan mengekang dirinya dari tuntutan biologis, seperti makan, minum melakukan hubungan suami istri demi menjalankan perintah Tuhan yang Maha Esa. Menahan diri memerlukan kesabaran yang extra, diharapkan dengan membiasakan untuk menahan diri melalui cara melatih kesabaran, seseorang akan tertanam dalam jiwanya rasa ikhlas dan tahan terhadap gangguan hawa nafsu yang selalu senantiasa datang menggoda setiap saat.

Ramadhan juga merupakan cerminan diri dalam mempersepsikan hidup yang sesungguhnya, dimana kita bisa belajar untuk melihat lebih dekat akan makna dan arti hidup yang sebenarnya. Saat Ramadhan kita bisa merasakan bagaimana sisi keseharian kehidupan orang-orang lain yang tidak seberuntung kita dalam menjalaninya, yang kesemuanya akan terkompilasi menjadi rasa empati lebih yang akan kita pergunakan dalam menjalani hidup kita kedepannya menjadi lebih baik.

Rasa empati  diartikan sebagai kemampuan dengan mencakup hal yang luas terkait orang lain untuk menciptakan keinginan menolong sesama, mengalami emosi yang serupa dengan berusaha memahami apa yang orang lain pikirkan.

Inilah sesunggunhya core atau inti dari pelayanan prima (Service Excellent), bahasa yang umumnya dipakai oleh instansi plat merah, atau Kualitas Pelayanan (Service Quality), bahasa yang dipakai oleh organisasi swasta  dalam mendalami apa yang disebut sebagai pelayanan dan melayani.

Pembelajaran Ramadhan dalam kaitannya menciptakan rasa empati sangat relevan dengan pelayanan prima ataupun kualitas pelayanan yang ujungnya adalah peningkatan penjualan barang/ jasa atau performa pelayanan.

Service Quality paling tidak harus memenuhi dua elemen dasar yaitu Reliabilitas dimana dalam suatu pelayanan yang di berikan dituntut untuk mrnberikan apa yang sudah dijanjikan kepada client dan Responsiveness dimana pelayanan dituntut untuk memberikan layanan yang cepat  untuk membantu memenuhi keinginan client disamping juga ada element assurance (kepastian), tangible (bukti nyata) dan empathy.

Sedangkan definisi pelayan prima ( service excellent ) adalah suatu tindakan yang diwujudkan untuk pemenuhan kebutuhan orang lain yang bertujuan menciptakan kepuasan, membangun kesetiaan yang ujung nya meningkatkan keuntungan bagi yang melayani tersebut.

Dengan kita dilatih untuk terus menerus menahan diri dari godaan nafsu selama menjalani ibadah Ramadhan sehingga diakhir Ramadhan ini kita diharapkan mampu menjadi pribadi yang lahir baru dengan tingkat taqwa dan kepedulian sesama yang meningkat, maka sesunggunhya hal ini sangat berkorelasional dengan bagaimana menciptakan Pelayanan Prima atau Service Quality yang baik dan lebih baik lagi kedepannya.

Pengalaman pribadi saya, sisi pelayan kurang dimaknai oleh penyedia layanan di Bangka Belitung ini, misalkan pada salah satu toko yang pernah saya kunjungi di Kota Pangkalpinang,  saat saya coba untuk menanyakan barang yang saya cari, respon pelayanannya sangat rendah, pelayan ditoko tersebut  tidak merespon kedatangan saya dan sibuk dengan gadget yang ada ditangannya dan saat tidak ada customer lain selain saya, dan ketika saya hampiri untuk meminta informasi tentang barang yang saya cari, sang pelayan tersebut hanya meminta saya untuk mencari sendiri seraya menunjuk kearah tempat barang yang saya cari inginkan. Pelayanan seperti ini sangat lemah dan toko ini pastinya akan ditinggalkan orang kedepannya, untuk pelayanan dikantor plat merah, saya sering dipaksa menunggu berjam-jam untuk sebuah pelayanan yang sebenarnya sangat sederhana, seharusnya mereka bisa menerapkan teori antrian untuk mengeliminir hal-hal fundamental pelayanan tersebut. Saya memang tidak memukul rata semua sistem pelayanan di Bangka Belitung seperti ini, ini hanya sampel saja di tempat-tempat yang saya pernah saya kunjungi untuk memdapatkan layanan. Tapi saya tidak menutup mata sudah ada instansi-instansi dengan kualitas pelayanan yang baik dengan mengedepankan responsiveness dan empati dalam memberikan pelayanan.

Kurangnya rasa empati menjadi penyebab pelayanan yang buruk itu tercipta, rasa dimana kita bisa merasakan apa yang orang lain rasakan itu yang tidak muncul, sehingga bentuk pelayanan menjadi semaunya dan mengabaikan nilai-nilai pelayanan prima atau kualitas pelayanan itu sendiri. Hal ini akan menjadi riskan karena diera perdagangan bebas yang sudah diberlakukan ini, level persaingan usaha sudah sangat tinggi, dimana setiap pelaku usaha yang ada didalamnya dituntut untuk terus meningkatkan standar kualitasnya disemua hal, tak terkecuali disisi pelayanan, karena pelayanan merupakan ujung tombak dari usaha yang dijalankan, anda bisa bayangkan sebaik apapun produk yang ditawarkan, tidak akan ada gunanya jika sistem pelayanan yang digunakan tidak berpihak pada pelanggan. Analogi sederhananya, gadis secantiknya apapun akan  sulit untuk mendapatkan pasangan jika dia tidak bisa bersikap baik sesuai norma-norma yang dianut dalam suatu komunitas tempat dia tinggal.

Untuk industri-industri besar dibidang jasa di Jakarta misalnya, kualitas pelayanan sudah semakin berpihaknya kepada pelanggan, dimana pelanggan diupayakan untuk mendapatkan pelayanan yang sempurna, mulai dari pelayanan sebelum transaksi hingga pelayanan jaminan lainnya pasca transaksi yang dilakukan yang dilakukan dengan bantuan teknologi informasi.

Pentingnya pelayanan dalam suatu usaha sama pentingnya dengan fungsi ban pada sebuah kendaraan bermotor, sebaik apapun produk, tidak akan ada yang terjual jika pelayanan yang disungguhkan sangat buruk.

Ramadhan adalah bulan pelatihan yang sempurna bagi insan-insan pelaku usaha khususnya disisi pelayaan agar lebih meningkatkan kualitas pelayan mereka. Mereka bisa mampu belajar memahami orang lain, memahami kebutuhan orang lain  dan berusaha untuk membantu mereka dalam pemenuhan keinginan mereka, karena pelayanan  bukan hanya bagaimana menjual produk/jasa yang kita punya, melainkan pelayanan lebih kepada bagaimana kita bisa memahami apa yang orang inginkan dari kita. Dan Ramadhan adalah bulan pembelajaran yang baik untuk bagaimana kita lebih bisa meningkatan pelayanan, baik itu pelayanan diri ataupun pelayanan kepada orang lain.

Selamat berpuasa dan dengan puasa Ramadhan kali ini kita ciptakan rasa empati lebih untuk lebih melayani dengan hati dan mampu merasakan apa yang orang butuhkan.

Penulis: 
Selani
Sumber: 
SELANI

Artikel

22/12/2016 | Wawan Setiawan, S.Si - Pranata Komputer Pertama Pada BKD Pro
21/12/2016 | Wawan Setiawan, S.Si - Pranata Komputer Pertama pada BKD Pro
28/11/2016 | Azami Anwar, S.Sos., M.Si - Kabid Data dan Informasi Kepegaw
27/01/2017 | David Yuliandri, S.Psi