Penanganan Omset IKM yang menurun. Disperidag Babel gelar keterampilan hingga pengetahuan bagi pelaku IKM

Pangkalpinang-Akibat pedemi virus Covid 19, Usaha Kecil Menengah (IKM) yang terkena dampak pademi covid 19 di Bangka Belitung, omsetnya menurun hingga 70 persen. Untuk menangani hal itu Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung  (Babel)  melakukan berbagai program pemberdayaan salah salah satunya memberikan peningkatan keterampilan dan pengetahuan bagi pelaku IKM.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung   Sunardi mengatakan pelaku IKM dan UMKM, sesunggunhnya memang sangat tertekan akibat pandemi corona dan berdasarkan data survey dinasnya menunjukan ada penurunan omset IKM dan UMKM.

“Disperindag melalui bidang pengembangan sumber daya, fasilitasi dan akses industri pernah melakukan survey pada April 2020, yang datanya menunjukan bahwa ada penurunan omset pelaku IKM / UMKM hingga 70 persen, data ini memang sangat tidak menggembirakan,” kata Sunardi, Kamis (3/9) di ruang kerjanya.

Akibat penurunan omset tersebut lajut Sunardi, mengakibatkan pada menurunnya kapasitas produksi akibat mininnya permintaan, sehingga hal ini berujung pada banyaknya pelaku IKM dan UMKM yang sudah gulung tikar akibat pamdemi covid-19 di Babel, namun demikian, pemerintah selaku pembina pelaku IKM, tentunya sangat menyadari hal ini, berbagai program pemberdayaan dilakukan untuk tetap menjaga iklim ekonomi di sektor riil agar terus berputar, misalnya dengan pemberian masker gratis bagi masyarakat dengan memberdayakan pelaku IKM untuk memproduksi masker yang dilakukan di berbagai tempat.

Selan itu, ada juga bentuk fasilitasi tempat cuci tangan di pusat-pusat keramaian hingga pasar murah yang tetap digelar ditengah pandemi untuk menjaga guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan stok bahan kebutuhan pokok dimasyarakat.

“upaya lain tentunya melalui kegiatan pelatihan seperti ini yang dimaksudkan untuk memberikan peningkatan keterampilan dan pengetahuan bagi pelaku IKM pemula disektor industri sandang misalnya pelaku IKM yang bergerak pada jasa konveksi pakaian jadi,” tuturnya.

Pelatihan tersebut ditambahkanya bertujuan tidak hanya untuk memberdayaakan pelaku IKM ditengah pandemi saja, namun juga merupakan bagian program sosial dalam memerangi covid-19. (mislam).

Sumber: 
Dinas Perindag
Penulis: 
Mislam
Fotografer: 
Mislam
Editor: 
mislam
Bidang Informasi: 
Perindag