Menteri Pertanian, Gubernur lepas ekspor Cangkang Sawit 10. 000 ton ke Jepang

Kenanga, Sungaliat Bangka-Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo bersama Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman, Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Abdul Fatah; dan unsur Forkopimda Babel melepas secara langsung ekspor perdana cangkang sawit sebanyak 10. 000 ton ke Negara Jepang senilai 11 Miliyar.

Pelepasan ekspor cangkang sawit tersebut dilaksanakan Sabtu Pagi (8/8) di halaman PT. Bangka Asindo Agri (BAA) Kenanga Kabupaten Bangka, yang di hadiri oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Babel Sunardi dan Kepala Dinas Pertanian Babel Juaidi, Sekretaris Disperindag Babel Deki Susanto, Kabid Perlindungan Konsumen dan Kemetrologian Disperindag Babel Fadjri Djagahitam dan jajaran  PT. BAA.

Usai melepas Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan limbah cangkang sawit mulai hari ini sudah menjadi ekspor, sehingga tidak ada lagi yang terbuat percuma dari sawit. Menurutnya hal itu terjadi berkat kerjasama masyarakat Bangka Belitung dan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung beserata jajaranya tentunya dengan dukungan dari Kapoda dan Danrem Kepulauan Babel.

Oleh sebab itu dirinya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat, Gubernur Babel beserta jajaranya dan unsur Forkopimda Babel serta pengusaha yang telah telah mendorong ekspor komoditi cangkang sawit ini.

“cangkang sawit ini baik untuk pemerintah, negara dan baik untuk rakyat. Terima kasih Gubernur dan pengusaha yang telah mendorong ini,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman menuturkan Babel kembali mengekspor cangkang sawit sejumlah 10.000 ton dan negara Jepang juga sudah mengajukan permohonan onggok kering dengan jumlah 250 ton perbulan.

Menurutnya peluang ini merupakan kerjasama antar pusat dan daerah, termasuk adanya Tim Percepatan Ekspor dimana tim percepatan ekspor ini berkordiansi dengan pusat, salah satunya karantina pedagangan.

“saya sanga bersukur Babel pak Menteri datang ke Babel dan mempersiapkan hal–hal ketahanan pangan khususnya di Babel  dan bersyukur lagi Babel termasuk 17 Provinsi yang menjadi perhatian untuk penguatan ketahanan pangan,” katanya.

Ditambahkannya bahwa untuk ketahanan pangan pemerintah daerah telah menyiapkan lahan pertanian sebanyak 30.000 hektar lahan cadangan.

“nantinya  akan mengudang khusus kabupaten dan kota, untuk bergerak bersama-sama dengan pak Menteri,” imbuhnya. (mislam)

Sumber: 
Dinas Perindag
Penulis: 
Mislam
Fotografer: 
Mislam
Editor: 
mislam
Bidang Informasi: 
Perindag