Lonching Bursa Lada Dan Pelepasan Eksport Lada MWP Ke Jepang Melalui KPB Babel

Pangkalpinang-Dalam upaya mengembalikan kejayaan lada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kantor Pemasaran Bersama (KPB) Lada Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Melaunching  Bursa Pasar Fisik Lada sekaligus melepas Ekspor Lada Muntok White Pepper ke Negara Jepang.
Pasar Fisik Lada dengan sistem bursa ini di launching oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman bersama Direktur KPB Lada Babel Prof. Saparudin, PT.JFX dan PT.KBI ditandai dengan penguntingan pita pada Sabtu (15/8) pagi di halaman Kantor Pemasaran Bersama Lada Babel di Air Itam Pangkalpinang.
Selain melaunching,  Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman bersama Direktur KPB Lada Babel Prof. Saparudin, Direktur PT Makro Jaya Lestari, perwakilan PT JFX, dan Corporate Communication PT KBI, melakukan pelepasan Ekspor Lada Muntok White Pepper ke Negara Jepang
Lada putih kwalitas SNI I yang diekspor ke Jepang sebanyak 45.000 kg telah melalui uji prosedur perdagangan lada putih, ini sesuai dengan Peraturan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Nomor 19 tahun 2020 tentang Tata Kelola Perdagangan Lada Putih Muntok White Pepper.
Gubernur Babel Erzaldi Rosman dalam sambutanya mengatakan pada hari ini kita sama sama menyaksikan peresmian Bursa Pasar Fisik Lada, dimana sistem penjualan ladanya melalui sistem bursa, dengan harapan orang langsung membeli lada ke Provinsi Bangka Belitung.
Selain meresmikan lanjut Gubernur,  pada hari ini juga akan dilakukan prosesi melepasan Ekspor Lada Muntok White Pepper ke Negara Jepang, dengan harapan ekpor lada ini berkelanjutan. Dalam pelepasan ekpor lada ke Jepang, Gubernur berkeinginan   mengurangi ekspornya ke negara Vietnam.
“saya lepas Ekspor lada oleh PT. Makro Jaya Lestari, semoga ada lagi ekspor-ekspor lainya, yang ke negara Jepang. Kurangi ke Vietnam. Karena janji eksportir sudah di tandatangan,” tutur Gubernur.
Menurut Gubernur, untuk mengembalikan kejayaan lada, Pemerintah Provinsi  Kepulauan Bangka Belitung mengeluarkan aturan tidak boleh mengirim lada yang berstandar IG Muntok White Pepper antar pulau selain untuk di ekspor, kecuali antar pulau ini atas permintaan perusahaan-perusahan yang memang membeli dengan jumlah partai besar, yang peruntukanya untuk kebutuhan dalam negeri. Untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri tersebut, bentuknya sudah hilirisasi dari Provinsi Babel.
“kami sudah berkordinasi dengan Kementerian Perindustrian dan Perdagangan dan salah satunya merespon dengan baik dan terus kita benahi aturan aturannya,” katanya.
Ditegaskannya bahwa aturan tersebut dikeluarkan dalam rangka memberdayakan ekonomi para petani lada di Babel, dengan tujuan agar harga lada meningkat. Menurutnya memang pemerintah tidak bisa mengatur harga lada, baik itu Presiden maupun Gubernur tapi  bisa mengkonsolidasikan para pelaku lada baik dari hulu ke hilir yang nantinya bisa mempengaruhi pasar, oleh karena itu perlu perlu kekompakan baik dari petani maupun pengusaha untuk mewujudkan hal tersebut.
Oleh sebab itu dirinya meminta kepada komite Penentu Harga bursa untuk kedepanya harus memiliki intelejen marketing, dengan harapan para pengusaha nantinya bisa dimasukan ke dalam komite tapi jangan banyak banyak nanti bisa menggangu keputusan harga.  
Sementara itu, Direktur KPB Lada Babel Prof. Saparudin menjelaskan dengan adanya Pasar Fisik Lada dengan sistem bursa ini para petani, buyer dan para pelaku usaha lada bisa ikut dalam bursa lada.
Menurutnya adanya Pasar Fisik Lada dengan sistem bursa ini tujuanya tidak lain untuk mengembalikan kejayaan Lada Muntok White Pepper.
“harapan kita itu ujungnya untuk mengembalikan kejayaan lada, terutama harganya bisa kompetitif di pasar internasional,” tuturnya.
Ditambahkanya Pasar Fisik Lada dengan sistem bursa bagi yang berminat bisa mendaftar melalui sistem komputerisasi berbasis IT dan rencananya Pasar Fisik Lada akan secepatnya disosialisaikan ke para petani lada yang ada di Provinsi Kepulauan Babel. (Mislam).

Sumber: 
Dinas Perindag
Penulis: 
Mislam
Fotografer: 
mislam
Editor: 
Deki Susanto/ Mislam
Bidang Informasi: 
Perindag