Disperindag Babel Gelar Sosialisasi Mutu Produk Unggulan Daerah

Parit Tiga, Babar- Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bangka Belitung (Babel), mengelar kegiatan Sosialisasi Mutu Produk Unggulan Daerah, Kamis (8/10) di Gedung Serba Guna Kecamatan Parit Tiga Kabupaten Bangka Barat.

Bertujuan untuk membekali ilmu tentang Standar Nasional Indonesia (SNI)  Lada Putih kepada petani, kegiatan tersebut di buka langsung oleh Kepala  Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bangka Belitung, di Wakili Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Babel Deki Susanto.

Dirinya mengatakan,  lada putih dari Kepulauan Bangka Belitung sudah dikenal di pasar dunia sejak sebelum perang dunia ke II, sebagai komoditi ekspor dari Indonesia yang dikenal dengan nama Muntok White Paper.

Oleh sebab itu, mengingat menurunya jumlah produksi lada putih yang merupakan produk unggulan daerah Provinsi Babel  maka pemerintah Provinsi Babel dengan program revitalisasi ladanya mempunyai keinginan untuk mengembalikan kejayaan lada putihnya seperti dahulu.

Menurutnya berbagai aspek telah dilakukan pembenahan oleh Pemerintah provinsi, agar meningkatnya gairah masyarakat Bangka Belitung untuk bertani lada salah satunya melalui kegiatan sosialisasi ini.

Oleh karena itu, sebagai laboratorium pengujian lada putih di Babel  maka UPTD Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang Disperindag Provinsi Babel berkewajiban untuk melakukan sosialisasi mengenai mutu produk unggulan daerah, salah satunya lada putih dalam rangka peningkatan kualitas mutu salah satunya di Provinsi Kepulauan Babel.

“dengan mempertimbangkan seksama dan hasil survey dilapangan maka diputuskan kegiatan sosiilisasi  mutu produk unggulan daerah yaitu di kecamatan Parit Tiga Kabupaten Bangka Barat,” katanya.

Adapun maksud dan tujuan dilaksankan kegiatan Sosialisasi Mutu Produk Unggulan Daerah ini, dijelaskan Deki Susanto adalah untuk membekali para peserta yang dalam yaitu para petani lada dengan tujuan membekali ilmu tentang Standar Nasional Indonesia (SNI)  mengenai lada putih.

Selain itu kegiatan ini juga bertujuan utntuk melakukan diskusi mengenai kendala dan masalah yang di hadapi para petani dalam proses pra dan pasca panen lada, agar jumlah panen yang dihasilkan oleh petani nantinya berkulitas dan bersaing yang akan berdampak pada kesejahteraan petani.

Dengan meningkatnya harga jual lada putih tentu saja kesejahteraan petani lada putih meningkat dan gairah untuk kembali berkebun lada putih akan semakin antusias.

Dirinya juga menuturkan bahwa metode pelaksanaan kegiatan Sosialisasi Mutu Produk Unggulan Daerah ini dilaksanakan dengan meotode swakelola, adapun cara pelaksanaannya dilakukan antara lain survey ketempat pelaksanaan kegiatan, rapat internal, kunsultasi dan kordinasi dan baru dilakukan  pelaksanaan kegiatan sosialisasi. (mislam)

 

Sumber: 
Dinas Perindag
Penulis: 
Mislam
Fotografer: 
Yuri/ mislam
Editor: 
mislam
Bidang Informasi: 
Perindag