BUKAN SEKEDAR STYLE, SERAGAM ADALAH SIMBOL PELAYANAN

Semua kita pasti pernah berjalan dijalanan umum kemudian melihat banyak pekerja berlalu lalang dijalan dengan menggunakan seragam kerja mereka, ada juga sih kantor-kantor yang tidak menganjurkan pekerjanya untuk tidak mengenakan seragam dalam melakukan aktivitas kantor dengan alasan keterbatasan budget atau alasan tertentu lainnya.

Saya dalam beberapa kali kesempatan sering menanyakan kepada orang-orang yang saya temui tentang seragam kantor ini, saya tanyakan “kenapa anda mengenakan seragam saat bekerja?”, jawaban mayoritasnya adalah karena keharusan dan peraturan dari kantor/instansi tempat mereka bekerja. Sangat sederhana dan memang umumnya pekerja tidak mau ambil pusing dengan penggunaan seragam ini, sementara disisi yang lain, saya tanyakan juga kepada pekerja yang tidak ada seragam kantornya, jawaban mereka sesungguhnya mereka ingin juga punya seragam kantor yang keren dan dapat digunakan untuk bergaya saat mereka beraktifitas.

Dulu, saat  kehadiran  media televisi swasta masih baru, semua televisi swasta mainstream tidak menganjurkan pekerjanya dalam berseragam. Pekerja diperbolehkan menggunakan pakainan bebas apa saja asal beretika, sopan dan memenuhi norma-norma ketimuran. Saat itu seolah tidak ada yang istimewa dari penggunaan seragam kantor. Namun diawal tahun 2000-an, media televisi swasta baru lahir dengan tagline “milik kita bersama“ mengharuskan karyawannya mengenakan seragam kantor saat bekerja dan beraktifitas yang menyangkut urusan kerja. Kekuatan stasiun  televisi swasta ini berisikan anak-anak muda yang dinamis, kreatif dan haus akan pencarian jati diri dan tergila-gila akan kesuksesan, 5 tahun setelah berdiri, stasiun televisi swasta ini menduduki peringkat ke-2 untuk rating dan share yang publish oleh AC Nielsen Media Research sebuah lembaga survey untuk televisi di Indonesia. Sontak setelahnya media televisi lainnya mengikuti trend ini, dan saat ini, hampir seluruh media publikasi nasional, baik cetak maupun elektronik mengharuskan pekerjanya untuk mengenakan seragam kantor.

Apa yang membedakan mereka dengan kompetitor yang lainnya sehingga mereka bisa melesat sedemikian cepat mengalahkan media televisi swasta lain yang lebih dulu lahir. Setidaknya filosofi dalam penggunaan seragam merupakan salah satu hal penting dalam keberhasilan tersebut. Seragam tidak hanya atribut yang dikenakan dalam beraktivitas yang “barbau” urusan kantor, seragam tidak hanya alat gaya-gayaan bagi pekerjanya untuk menunjukan eksistensi diri, terlebih untuk Bangka Belitung saat ini, saya melihat ada kecenderungan dimasyarakat bahwa pekerjaan sebagai  Pegawai Negeri Sipil atau ASN sekarang dan aparat kepolisian dalam tanda kutip dianggap seperti “dewa” yang diagung-agungkan, kerana berseragam bagus, punya wewenang, ditakuti dan tampil keren. Pekerjaan sebagai pegawai negeri sipil dan menjadi aparat kepolisian telah dianggap sebagai jaminan kesuksesan bagi sebagian masyarakat Bangka Belitung, terbukti saat ada pembukaan penerimaan sebagai PNS dan Polisi, para pelamar membludak.

Setidaknya ada beberapa makna dari seragam yang dikenakan saat beraktivitas dalam urusan pekerjaan, yaitu:

1. Identitas diri

Seperti layaknya manusia yang memiliki nama sebagai identitas pengenal setiap orang, seragam juga dimaksudkan sebagai identitas pekerja dalam beraktifitas. Pekerja dengan seragam diharapkan tidak hanya sekedar melaksanakan tugas, namum mereka harus memahani bahwa ketika mereka bekerja, identitas sebagai anggota dari suatu instansi mereka juga dilihat orang, diperhatikan orang sehingga mereka dalam bekerja diharapkan bersungguh-sungguh karena menyangkut branding diri mereka dan perusahaan yang dilekatkan padanya. Kumpulan branding yang baik tentunya akan terakumulasi sebagai kebaikan branding perusahaan secara utuh.

2. Look dan Style

Tak dapat dipungkiri, bahwa saat ini banyak instansi yang berlomba lomba mendesain seragam kantor yang keren untuk meningkatkan image perusahaan dan citra diri pekerjanya, hampir semua instansi di Indonesia memberlakukan penggunakan seragam kantor ini. Faktor look dan style menjadi pertimbangan serius dalam mendesain seragam karena karyawan dengan seragam yang stylish dan catchy dimata orang yang memandang tentunya akan juga menaikan image perusahaan secara keseluruhan.

3. Nilai Ekonomis

Pernahkah anda membayangkan perasaan pekerja kantoran yang tidak menggunakan seragam kantor, setiap hari paling tidak mereka dibuat sibuk tentang memikirkan pakaian mana yang akan dia kenakan untuk berkantor hari itu, khan tidak enak juga dilihat rekan sekantor dengan mengenakan baju yang sama setiap hari, pikiran sudah terkuras, belum lagi berapa biaya yang harus dikeluarkan oleh para pekerja dalam membeli baju untuk kebutuhan kantornya sehari-hari, itu pasti sangat menguras kocek pekerja hanya untuk sekedar terlihat berbeda setiap hari dan terlihat update. Dengan seragam kantor, pekerja setidaknya tidak dipusingkan dengan pikiran untuk mengenakan pakaian apa saat beraktifitas dan tidak membuang uang secara percuma hanya untuk membeli baju kerja. Nilai ekonomis jelas sangat diperhatikan dalam penggunakaan seragam kantor ini.

4. Simbol Kebanggan dan Harga Diri

Bekerja merupakan harga diri seseorang, ketika dirinya bekerja, dia paling tidak sudah tidak bergantung kepada orang untuk menghidupi dirinya sendiri, dia sudah bisa berkarya, berdaya, mandiri dan memantaskan dirinya sejajar dengan orang lain. Seragam merupakan simbol kebanggan bagi para pekerja dalam mengaktualisasi diri.

5. Simbol Pelayanan

Dalam suatu wawancara, seorang mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahatir Muhammad pernah ditanya oleh wartawan, “pak Mahatir, kenapa anda masih mengenakan identitas pengenal  “nametag” didada anda, sedangkan semua orang tahu bahwa anda seorang Perdana Menteri Malaysia dan tak harus menggunakan atribut demikian?”, jawaban Mahatir Muhammad sangat filosofis dan merupakan inti dari penggunaan seragam dan atribut yang melekat sesungguhnya, dia bilang bahwa “nametag ini bukan hanya sekedar identitas diri, tapi ini merupakan simbol pelayanan kepada masyarakat, harga diri seseorang  dalam mengabdi, serta nilai luhur dari prinsip-prinsip yang dia anut.” Mahatir Muhamad jelas bukan orang bodoh, dia salah satu tokoh ASEAN yang sangat berpengaruh, dan saat ini kembali ketampuk pimpinan tertinggi di Malaysia walaupun usianya sudah terbilang sepuh. Baginya, seragam dan atribut yang menyertainya buka sekedar sesuatu yang hanya dikenakan, tapi lebih dari itu, meresap kedalam jiwanya, seragam baginya simbol kepantasan, simbol pelayanan dari jiwanya kepada orang-orang yang menjadi tanggung jawabnya, kepada orang-orang yang harus dia urusi dan dia naungi.

Jadi jelas penggunaan seragam kantor tidak dimaksudkan hanya untuk sekedar dilekatkan saat bekerja, ada makna besar dari penggunaan seragam, yakni diharapkan pekerja yang menggunakan seragam memahani bahwa seragam adalah simbol jati dirinya dalam melayani, simbol kebanggaan akan nilai kerja dan harga diri, pekerja dengan seragam hendaknya mampu terus berinovasi, dan memotivasi dirinya untuk terus berkembang sesuai dengan jobdesk yang dibebankan padanya. Muaranya adalah perkembangan dan inovasi dari perusahahan atau instansi secara keseluruhan. Terlebih bagi para pekerja plat merah yang dibayar dari uang rakyat, pahami bahwa ada banyak pedagang diluar sana yang dalam himpitan hidup namun masih harus dikenakan biaya pungutan resmi, yang pungutan itu diperuntukan untuk membayar gaji saudara. Alangkah hina rasanya jika anda menyia-nyiakan itu dengan melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan ekspektasi orang-orang yang membayar anda.

Penulis: 
Selani
Sumber: 
Dinas Perindag

Artikel

22/12/2016 | Wawan Setiawan, S.Si - Pranata Komputer Pertama Pada BKD Pro
21/12/2016 | Wawan Setiawan, S.Si - Pranata Komputer Pertama pada BKD Pro
28/11/2016 | Azami Anwar, S.Sos., M.Si - Kabid Data dan Informasi Kepegaw
27/01/2017 | avid Yuliandri
31/07/2018 | Dudi