5 (LIMA) ORANG PELAKU ANYAMAN BANGKA BELITUNG MAGANG KE KAMPUNG KREATIF SUKARUAS, TASIKMALAYA.

Tasikmalaya – Kegiatan Magang Bagi Pelaku Anyaman dilaksanakan di Kampung Kreatif Sukaruas, Desa Sukaraja, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama 7 (tujuh) hari dari tanggal 28 April 2019 s.d 04 Mei 2019, kegiatan ini dimaksudkan sebagai upgrading terhadap pelaku anyaman yang ada di kepulauan Bangka Belitung khususnya pelaku anyaman pandan.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang diwakili oleh Kasi Pengembangan Sumber Daya Alam dan Teknologi Industri, Bapak Marhoto, S.E., M.M. mengatakan bahwa kerajinan anyaman pandan ini merupakan kerajinan yang relatif baru ditekuni di Bangka Belitung, namun demikian kerajinan ini menawarkan sisi estetika tersendiri bagi konsumen dengan motif dan tekstur yang cantik, unik, dan khas sehingga mampu menyenangkan mata yang memandangnya. Kerajinan anyaman pandan dapat di-create menjadi produk kerajinan tikar, tas, keranjang, dompet, sandal,  kotak pensil dan kotak tisu serta cenderamata lainnya yang potensial untuk mengimbangi peningkatan pariwisata Bangka Belitung yang sedang booming saat ini.

Terpilihnya Kampung Kreatif Sukaruas sebagai lokasi Magang bagi pelaku anyaman tidak lepas dari rekomendasi rekan-rekan ASN dari Kabupaten/Kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang sebelumnya telah menggunakan jasa para Instruktur dari Desa Sukaruas tersebut. Selain itu secara nasional, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya sudah dikenal sebagai pusat kerajinan anyaman yang sukses di Jawa Barat. Rekomendasi juga didapat dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tasikmalaya sewaktu tim dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melaksanakan koordinasi ke Kabupaten Tasikmalaya.

Pelaku anyaman yang mengikuti kegiatan Magang Anyaman di Kampung Sukaruas, Desa Sukaraja, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasilkmalaya berjumlah 5 (lima) orang, yaitu Andi Padauleng dan Muliana yang berasal dari Kabupaten Bangka Tengah, Sri Handayani dari Kabupaten Bangka sedangkan untuk Kabupaten Belitung ada Yurnawati dan Sumarni. Kelimanya merupakan pelaku anyaman yang telah eksis dan dipandang mampu untuk menerima proses Upgrading kemampuan anyaman baik dari segi teknik anyaman maupun dari segi manajemen sehubungan dengan anyaman pandan  dan dapat membagikan ilmunya kepada pelaku lain di daerah masing-masing.

Kedepannya mereka diharapkan bisa segera menerapkan ilmu yang didapat dan membantu pengembangan industri anyaman pandan di daerah masing-masing. Pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagai Instansi Pembina tentu akan terus melakukan monitoring dan evaluasi terhadap para pelaku tersebut, sebagai salah satu masukan untuk membuat kebijakan selanjutnya.

Sumber: 
Dinas Perindag
Penulis: 
Suwandi
Fotografer: 
Suwandi
Editor: 
Suwandi
Bidang Informasi: 
Perindag