4 Program Disperindag untuk masyarakat terkena dampak Covid 19

 

Pangkalpinang-Dalam upaya menangulangi  Industri Kecil Menengah (IKM) yang terkena dampak pademi covid 19. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung  (Babel)  telah melakukan 4 program penanganan pelaku usaha IKM yang terkena dampak Covid 19 di Bangka Belitung.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung   Sunardi menjelaskan ke empat program tersebut diantaranya Bimbingan Teknis (Bimtek) Disvpersifikasi bagi wira usaha IKM Lada yang di laksanakan di Kabupaten Bangka Tengah.

Kemudian lajut Sunardi, Bimtek Produksi bagi Wirausaha IKM Konveksi yang terekan dampak covid 19, yang dilakukan di daerah Kabupaten Belitung dan Kota Pangkalpinang. Dimana dalam Bimtek tersebut dinasnya mengundang para pengusaha IKM Konveksi dan program terakhir dilaksanakannya Bimtek Produksi bagi Wiarusaha IKM Reparasi AC Pangkalpinang.

“kita pahami bersama bahwa pandemi virus covid-19 saat ini tidak hanya mengancam sektor kesehatan, namun juga mengancam krisis ekonomi global, terutama para pengusaha atau pelaku IKM di Babel,” kata Sunardi, Kamis (3/9)  di ruang kerjanya,

Sunardi menegaskan 4 program dampak Covid 19 bagi para pelaku usaha IKM di Bangka Belitung dilakukan pelatihan, tentunya dengan bertujuan tidak hanya untuk memberdayaakan pelaku IKM ditengah pandemi saja, namun juga merupakan bagian program sosial dalam memerangi covid-19.

Oleh sebab itu dirinya berharap para pelaku usaha IKM di Babel yang telah di latih dalam program Bimtek tersebut dapat mengambil manfaatnya sehingga mampu bertahan di tengah mewabahnya virus Covid 19 di Provinsi Kepulauan Babel.

Selain itu dirinya mengajak para pelaku IKM di Babel untuk tetap berfikir positif dan terus berinovasidan berkreasi walau kondisinya memang sedang sulit saat ini

“besar harapan saya agar peserta yang ikut ini dapat mengambil manfaat yang sebesar-besarnya dalam kegiatan bimtek ini. saya juga berharap pelaku usaha di Babel mampu untuk tetap berfikir positif dan terus berinovasi dan berkreasi walau kondisinya memang sedang sulit saat ini,” tutur Sunardi.

Ditambahkanya dengan selalui berfikir positif para pelaku usaha IKM di  Babel sudah memiliki modal 50% untuk tetap bisa survive ditengan pandemi ini dan optimis terus di era new normal. Dimana di era new normal ini yang di butuhkan itu kreatifitas dan inovasi lebih, pada penggunaan aplikasi mobile yang terkoneksi dengan jaringan internet sebagai senjatanya” tutupnya. (mislam)

4 Program Disperindag untuk masyarakat terkena dampak Covid 19

Pangkalpinang-Dalam upaya menangulangi  Industri Kecil Menengah (IKM) yang terkena dampak pademi covid 19. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung  (Babel)  telah melakukan 4 program penanganan pelaku usaha IKM yang terkena dampak Covid 19 di Bangka Belitung.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung   Sunardi menjelaskan ke empat program tersebut diantaranya Bimbingan Teknis (Bimtek) Disvpersifikasi bagi wira usaha IKM Lada yang di laksanakan di Kabupaten Bangka Tengah.

Kemudian lajut Sunardi, Bimtek Produksi bagi Wirausaha IKM Konveksi yang terekan dampak covid 19, yang dilakukan di daerah Kabupaten Belitung dan Kota Pangkalpinang. Dimana dalam Bimtek tersebut dinasnya mengundang para pengusaha IKM Konveksi dan program terakhir dilaksanakannya Bimtek Produksi bagi Wiarusaha IKM Reparasi AC Pangkalpinang.

“kita pahami bersama bahwa pandemi virus covid-19 saat ini tidak hanya mengancam sektor kesehatan, namun juga mengancam krisis ekonomi global, terutama para pengusaha atau pelaku IKM di Babel,” kata Sunardi, Kamis (3/9)  di ruang kerjanya,

Sunardi menegaskan 4 program dampak Covid 19 bagi para pelaku usaha IKM di Bangka Belitung dilakukan pelatihan, tentunya dengan bertujuan tidak hanya untuk memberdayaakan pelaku IKM ditengah pandemi saja, namun juga merupakan bagian program sosial dalam memerangi covid-19.

Oleh sebab itu dirinya berharap para pelaku usaha IKM di Babel yang telah di latih dalam program Bimtek tersebut dapat mengambil manfaatnya sehingga mampu bertahan di tengah mewabahnya virus Covid 19 di Provinsi Kepulauan Babel.

Selain itu dirinya mengajak para pelaku IKM di Babel untuk tetap berfikir positif dan terus berinovasidan berkreasi walau kondisinya memang sedang sulit saat ini

“besar harapan saya agar peserta yang ikut ini dapat mengambil manfaat yang sebesar-besarnya dalam kegiatan bimtek ini. saya juga berharap pelaku usaha di Babel mampu untuk tetap berfikir positif dan terus berinovasi dan berkreasi walau kondisinya memang sedang sulit saat ini,” tutur Sunardi.

Ditambahkanya dengan selalui berfikir positif para pelaku usaha IKM di  Babel sudah memiliki modal 50% untuk tetap bisa survive ditengan pandemi ini dan optimis terus di era new normal. Dimana di era new normal ini yang di butuhkan itu kreatifitas dan inovasi lebih, pada penggunaan aplikasi mobile yang terkoneksi dengan jaringan internet sebagai senjatanya” tutupnya. (mislam)

Sumber: 
Dinas Perindag
Penulis: 
Mislam
Fotografer: 
Mislam
Editor: 
mislam
Bidang Informasi: 
Perindag